KKN Internasional (KKNI) Universitas AKI Goes Abroad Hadirkan Harapan bagi Anak Pekerja Migran di Malaysia

fotobesar
fotokecil1

Universitas AKI terus melaju menuju universitas Unggul dengan meningkatkan proses belajar mengajar tidak hanya di tingkat nasional, namun juga di kancah global. Salah satu kegiatan tersebut adalah KKN Internasional (KKNI) Goes Abroad yang dilaksanakan dari tanggal 1 April-28 Juni 2026, dimana mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari kehidupan nyata di masyarakat yang dilaksanakan di Malaysia. Sebelum penerjunan ke lapangan, Rektor Universitas AKI, Prof. Dr. Tri Purwani, S.E., M.M., menyampaikan pesan penuh makna kepada para mahasiswa. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan sebuah amanah besar untuk membawa nama baik almamater di kancah global.

Mahasiswa diingatkan untuk mempersiapkan diri secara matang, khususnya dalam hal mental, kesehatan, dan kemampuan akademik. Persiapan materi, metode, serta pemahaman terhadap karakter peserta didik di negara tujuan menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan pengabdian. Rektor menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi duta pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga adaptif dan kreatif dalam menghadapi tantangan.

fotokecil3

Pada penerjunan KKNI Batch 1 ini, 3 mahasiswa Universitas AKI melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengajar anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Kegiatan yang berada dibawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) ini dilaksanakan dari tanggal 1-28 April 2026. Sebelum terjun ke lapangan, mahasiswa diterima oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur yang diwakili oleh Jopkie Kurniawan sebagai Koordinator Fungsi Politik dan Plt Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI KL menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Dalam pernyataannya, KBRI menilai bahwa program KKNI memberikan dampak positif yang signifikan, khususnya dalam memotivasi anak-anak pekerja migran untuk memiliki harapan melanjutkan pendidikan secara formal. KBRI juga menekankan bahwa kegiatan ini dapat mendorong anak-anak tersebut untuk kembali ke Indonesia guna melanjutkan pendidikan di tanah air dengan akses yang lebih layak dan terjamin.

Mahasiswa Universitas AKI, yaitu Viska Ayu Lidia Ningsih (prodi sastra Inggris) dan Laura Tri Agustin (prodi Akutansi) mendapat kesempatan untuk memberikan pengajaran di Kuala Lumpur, sedangkan Yosafat Yusta (prodi Manajemen) mendapakan tugas mengajar di Selangor. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik, dengan memanfaatkan ruang-ruang sederhana sebagai tempat belajar. Mahasiswa secara sukarela memberikan pembelajaran menggunakan buku kurikulum yang sama dengan yang dipakai di Indonesia, serta penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan. Selain itu, mereka juga mengajarkan lagu-lagu nasional, cerita budaya Indonesia, dan kegiatan kreatif untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan anak-anak terhadap Indonesia.

fotokecil3

Dosen Pendamping Lapangn (DPL) pada kegiatan ini, Indah Arvianti, S.S., M.Hum, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan akses pendidikan alternatif bagi anak-anak pekerja migran, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa. “Melalui KKNI ini, mahasiswa belajar menghadapi situasi kompleks di lapangan, berinteraksi lintas budaya, serta mengasah empati sosial,” ujarnya.

Dari sisi pengembangan diri, kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan soft skill mahasiswa. Kemampuan komunikasi interpersonal, kepemimpinan, kerja sama tim, serta adaptasi terhadap lingkungan baru menjadi keterampilan yang terasah secara langsung. Mahasiswa juga belajar mengelola emosi dan menunjukkan sensitivitas sosial dalam menghadapi kondisi anak-anak yang rentan secara pendidikan dan sosial.

Sementara itu, dari aspek hard skill, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam merancang metode pembelajaran yang kontekstual dan inklusif. Mereka dituntut untuk menyusun materi ajar yang sederhana namun efektif, menyesuaikan pendekatan pedagogis dengan latar belakang anak-anak, serta melakukan evaluasi pembelajaran secara langsung. Hal ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa, khususnya dalam menyusun luaran kegiatan.

fotokecil3

Bagi anak-anak pekerja migran, kehadiran mahasiswa KKN internasional membawa dampak yang sangat berarti. Selain membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, kegiatan ini juga membuka ruang bagi mereka untuk merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, serta berkembang secara kognitif dan sosial.

Lebih dari itu, kegiatan ini turut menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air Indonesia. Melalui pengenalan budaya, bahasa, dan identitas nasional, anak-anak diajak untuk tetap merasa terhubung dengan tanah kelahiran orang tua mereka, meskipun berada di luar negeri.

Program KKNI ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan di dalam negeri, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif di tingkat global. Dengan semangat pengabdian dan kepedulian sosial, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas, baik bagi mahasiswa maupun bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di luar negeri.


1
2
3
4